kata menyesak lensa dengan hitam putih
alun menabuh gendang dengan ritma gembira
tipu banjiri udara lewat dua katup terbuka
Minteva penuhi rasa memberi intimasi semerbak
sengat dan beku meresap, aku lebih bahagia
itu baru indera
pun ribuan imaji kutusukkan ke labirinku
aku pun tunduk ke pembuat candu
anginnya meniup luka hingga halusinasi datang
karena darah membeku dan mengering
semua, agar kau tak terlihat,
sayangku.