Thursday, October 27, 2005

Ode untuk Hati yang Terpatah

Untuk teman-temanku, yang baru mencoba merajut kembali tangganya, walau tangga itu penuh duri.
Aku sangat mengerti.

Seorang pelukis menggambarkan tangga untukmu
Ia membuatnya begitu rapi
begiti tersususn, periodik, teratur, hingga kau terbiasa...
Duniamu pun bagaikan imaji
Kauagungkannya dengan bingkai, kaupajang di ruang paling terang
Bahkan kaupun masuk ke dalamnya.
Lihat,
kamu, dengan senyum bahagia, bangga menantang dunia
Karena kamu punya tangga
yang akan menjagamu dari kejatuhan
akan membisikkan alunan sejuk saat kaumengaduh
yang menginspirasikanmu untuk berbuat yang terbaik
bukan demi nilai
demi dia
Namun,
saat tangga dihapus,
kau seperti lukisan bodoh di sana
semua orang yang menggunjingkanmu
semua yang menikmati ceritamu
semua penggosip di Kansas
Semua teman menceramahimu dengan ajaran POSA , KUKSA, atau Musholla
Bahkan sang pelukis
menganggapmu
bodoh.
Pathethic!
Aku mengerti itu,
bukan salahmu terpana pada lukisanmu sendiri
Menangislah.
Jadilah saksi untuk semua penikmat
bahwa dalam dunia sureal itu,
kaulah yang paling logis.
Saat mereka ingin menarikmu kembali,
hanya peri waktu yang dapat membuat bingkai itu lebih kecil
hingga dapat berpindah tempat.
Tidak lagi mengkotakkimu.
Tapi dapat kaujinjing,
kausimpan,
kaukunci di ruang berdebu,
kaujual,
atau bahkan
kaubuang.

No comments: