Malam-malam ini ya...ceritanya two broke girls in an apartment, tanggal tua, gas habis, mie instan ga bisa dimasak, tinggal gerogotin flax seed, kiwi, youghurt strawberry, diserut-serut campur dalam gelas bening, serupa parfait. Ngabisin T2 tea gorgeous geisha, mengais-ngais dari zaman keemasan masa awal bulan. Untung gadis yang satu cukup inisiatif beli nasi warteg di bawah, dibagi dualah nasi bungkus ieu nya, pleus sisa-sisa kerupuk melempem. Yang satu pake rok pendek turquoise yang satu pake celana tidur, atasannya sama-sama kaos hitam. Ngomongin pergolakan negeri hari itu, biar ga basi-basi amat.
A : "Tadi di workshop gw ya men, bapak-bapak ini meng-identify cewek sebagai "world poison", virus", emang tai cowo2 ini, ga beda yg tua yg muda."
B : "Workshop apaan sih lo, men? Aneh amat."
A : "Adalah, workshop. Menariknya, yang cewek juga ngecap cowo2 dengan hal-hal negatif: heartbreaker, messy, ga bisa diatur, dll."
B : "Sama-sama bitter ya, men."
Lalu ngalor-ngidulah percakapan ke rencana penghapusan pelajaran Bahasa Inggris di SD oleh Mendiknas sampe bisa nyambung ke kewajiban kita waktu masih SMA dulu untuk milih satu bahasa asing selain Inggris (2 broke girls ini satu SMA, cewek semua, seragam hideousssshh).
A : "Waktu SMA kita wajib ambil satu bahasa selain Bahasa Inggris kan ya? Apa aja tuh pilihannya? Prancis, Jerman, Belanda, Jepang?"
B : "Iya men, gw ambil Belanda."
A : "Gw juga"
B : "Gw ga inget lo ada di kelas itu."
A : "Gw juga ga inget lo ada di kelas itu. Gw ingetnya Bino sama Anas tuh."
B : "Gw juga inget banget kalo Bino sama Anas."
A : "Ih, kita tidak saling mengenal ya waktu SMA."
B : "Kurang signifikan lo dulu."
Ini kalo namanya jodo, you'll never know who you'll end up with (as friend, spouse, and in this case...housemate).
No comments:
Post a Comment